Kamis, 16 Februari 2017

Penyebab dan Gejala Penyakit Vitiligo

Penyebab dan Gejala Penyakit Vitiligo,- Penyakit vitiligo adalah sejenis penyakit kulit yang dapat timbul pada semua area kulit tubuh, tidak menimbulkan rasa sakit dan penderita juga tidak merasakan dampak dari munculnya penyakit vitiligo ini. Vitiligo terjadi karena kulit kehilangan pigmen. Hal ini terjadi karena sel-sel yang bertugas memproduksi melanin mati, sehingga pigmen kulit akan memudar dan menimbulkan bercak putih.


Penyebab dan Gejala Penyakit Vitiligo


Vitiligo dapat muncul pada seluruh bagian tubuh, terutama pada kulit wajah, lengan, tangan, bibir, dan kaki. Penyakit vitiligo dialami oleh 1-2% dari populasi dunia dan akan terlihat jelas pada usia 20 tahun. Penyakit ini bersifat progresif, yaitu jika tidak segera ditangani maka penyakit ini akan terus berkembang dan dapat menutupi seluruh kulit tubuh.

Vitiligo bisa menyebar ke seluruh tubuh secara cepat ataupun lambat. Pada umumnya vitiligo muncul dalam 3 pola, antara lain:
  • Lokal: depigmentasi terbatas hanya pada daerah tubuh tertentu.
  • Segmental: hilangnya warna kulit hanya pada salah satu sisi tubuh.
  • Menyeluruh: kehilangan pigmen meluas di banyak tempat dari tubuh Anda.


Penyebab Penyakit Vitiligo

Di dalam tubuh terdapat beberapa mekanisme yang menjadi penyebab penyakit vitiligo, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Penyakit Autoimun dalam Tubuh

Penyakit autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh atau sistem imun manusia yang menyerang sel-sel yang berada dalam dirinya sendiri. Sistem imun penderita penyakit vitiligo menyerang sel-sel pigmen kulit (melanosit) sehingga pigmen kulit tersebut hancur dan menyebabkan kulit tidak lagi memiliki melanosit sehingga kulit tampak berwarna atau putih. Namun, faktor genetik dipercaya berperan dalam terjadinya proses autoimun ini.

  • Radikal Bebas

Radikal bebas adalah zat yang dapat merusak sel-sel tubuh manusia. Radikal bebas dapat tertimbun dalam tubuh karena paparan dalam waktu yang cukup lama terhadap zat-zat tertentu, seperti asap rokok, radiasi sinar UV, ataupun zat kimia pada pestisida. Penumpukan radikal bebas dalam tubuh dapat menyerang sel-sel pigmen kulit yang dapat memicu perusakan dan penghancuran dari sel-sel pigmen kulit yang mengakibatkan kulit akan kehilangan pigmennya dan menyebabkan penyakit vitiligo.

  • Pigmen Kulit yang Tidak Sempurna

Pada sebagian orang yang menderita penyakit vitiligo, terjadi karena sel-sel pigmen kulit mereka tidak sempurna atau memiliki kecacatan. Hal ini erat kaitannya dengan faktor genetik yang dibawa dari lahir. Sel-sel pigmen kulit yang tidak sempurna akan memicu perusakan dan penghancuran secara cepat sehingga terjadi depigmentasi atau hilangnya sel-sel pigmen kulit, sehingga akan menyebabkan penyakit vitiligo.


Gejala Penyakit Vitiligo

Gejala penyakit vitiligo dapat terlihat secara fisik yaitu warna kulit yang memudar dan berubah menjadi bercak-bercak putih, bahkan mata, alis dan jenggot pun dapat berubah menjadi putih. Bukan hanya itu saja, Anda juga akan mengalami pertumbuhan uban sebelum waktunya. Selain itu, jaringan yang bertugas melapisi bagian dalam mulut (selaput lendir) dan lapisan dalam mata (retina) akan kehilangan warna.

Penyakit vitiligo sangat mengganggu bagi para penderitanya,  karena penyakit ini dapat meluas ke seluruh tubuh dan sering membuat penderitanya tidak percaya diri dengan penampilannya. Bahkan orang-orang di sekitarnya enggan untuk mendekat karena takut tertular. Padahal penyakit vitiligo bukan suatu penyakit infeksi bahkan tidak menular dan tidak semua bercak putih adalah panu.


Pengobatan Penyakit Vitiligo

Pengobatan vitiligo tidak harus dilakukan, karena bercak putih pada tubuh dapat hilang dengan sendirinya tanpa harus dilakukan pengobatan. Namun, bagi sebagian orang pengobatan ini harus dilakukan untuk memperlambat dan menghentikan perkembangan penyakit ini dan mengembalikan warna kulit aslinya.

Secara medis, pengobatan vitiligo dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan metode bedah dan metode non bedah. Berikut adalah penjelasan metode pengobatan penyakit vitiligo.

1. Metode Bedah

Pengobatan vitiligo dengan metode bedah bertujuan untuk mengembalikan pigmen kulit yang hilang. Metode ini dilakukan seperti sistem cangkok yaitu dengan mengambil sedikit kulit yang memiliki pigmen kulit normal dan menanamkannya pada kulit yang tidak memiliki pigmen kulit. Metode ini diharapkan agar penyembuhan vitiligo selanjutnya terjadi secara alami dimana sel pigmen kulit akan berkembang dengan sendirinya di area yang baru.

2. Metode non Bedah

Pengobatan dengan metode non bedah dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
  • Metode fototerapi, metode ini dilakukan di ruangan khusus dengan menggunakan sinar UV-B. Sinar ini langsung menuju pada bercak putih agar kulit mengalami repigmentasi atau pembentukan kembali pigmen kulit. Para peneliti menyatakan bahwa 70% penderita penyakit vitiligo berhasil mengalami repigmentasi kulit dengan metode ini sehingga warna kulit mereka berangsur-angsur normal kembali.
  • Metode terapi laser, metode ini efektif dilakukan pada  bercak putih vitiligo yang masih terbatas pada area tertentu dan belum menyebar ke seluruh tubuh.
  • Pemberian obat golongan steroid, obat golongan steroid memiliki fungsi untuk menekan sistem imun seseorang. Pemberian obat ini dapat berupa salep oles dan juga obat minum. Dengan obat ini diharapkan sistem imun penderita penyakit vitiligo dapat di tekan sehingga proses reaksi autoimun yang menyebabkan munculnya penyakit vitiligo tidak terjadi.

Penyakit vitiligo dapat dicegah dengan  mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk, nanas, apel, anggur, tomat, bayam, paprika dan yang lainnya. Vitamin C memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat memicu perusakan sel pigmen kulit dan berujung pada penyakit vitiligo.

Itulah informasi tentang penyebab dan gejala penyakit vitiligo yang harus Anda ketahui, semoga bermanfaat.
Salam sehat, by Cara Mengobati Batu Ginjal


Penyebab dan Gejala Penyakit Vitiligo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar